Sesuatu yang baik itu sudah dipastikan banyak biayanya, tetapi sebaiknya biayanya itu bukan dengan mengorbankan banyak orang, karena tidak bijaknya beberapa orang. Berbicara salah itu bukan berbicara, melainkan cari masalah. Dan cara mengerti kita untuk melihat orang tidak jujur, hanya dengan mengundang mereka berbohong lagi.
Berbicara adalah proses peningkatan nilai. Kalau berbicara peningkatan nilai, berarti orang ini baik, tujuan-tujuannya besar, rencananya sungguh-sungguh dan sedang berupaya menemukan cara-cara yang tepat.
Berbicara itu harus meningkatkan nilai, dan sebaik-baiknya peningkatan itu adalah yang meningkatkan nilai orang lain.
Ada orang yang kalau berbicara berupaya meingkatkan nilainya sendiri. Perhatikanlah di TV bagaimana orang yang harusnya berbicara jelas, berbicaranya pelan sekali. Ini bukan peningkatan nilai kepada siapapun, melainkan kesan pengurangan mengenai kecerdasan.
Jadi jangan tingkatkan nilai dalam bicara, karena kita ingin kelihatan tinggi. Maka tinggikanlah orang lain, tugas untuk meinggikan diri kita adalah tugas Tuhan.
Kalau orang bicara, lalu hanya membuat orang marah, sebaiknya dia diam. Kalau marahnya ini bernilai besar, maka dengan dia diam akan menyelamatkan keluarnya biaya. Sehingga orang yang kalau berbicaranya merusak, akan bernilai emas diamnya. Karena banyak orang tidak tahu mau berbicara apa, lalu berbicara untuk menunjukan bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikatakan.
Tetapi kalau orang itu diam, menyebabkan kesalah pengertian dan perusakan, maka dia harus bicara. Orang ini harusnya bicaranya senilai emas. Dia akan membatalkan kerusakan yang terjadi karena dia diam.
Tetapi kalau dia telah melihat kerusakan karena dia diam, dan terus melanjutkan diam, maka ada sesuatu yang harus diperbaiki.
Tuhan tidak suka kita bingung, jadi Tuhan langsuung menggunakan cara yang kita gunakan untuk merendahkan, sebagai cara untuk memberitahu kita.
Kalau orang menggunakan uang, untuk menurunkan kebaikan, maka dia akan diturunkan uang. Kalau dia berebut kekuasaan lalu menggunakan cara tidak baik yang menurunkan kebaikan, maka dia akan diganggu kekuasaannya. Wanita yang Jaim sekali, yang takut kelihatan tidak cantik, kalau dia melukai kebaikan, maka akan diluakai citranya.
Itu pemberitahuan jelas sekali. Sehingga jangan banggakan sebuah kualitas, untuk menapikan kebutuhan kita terhadap kebaikan. Karena itu yang digunakan oleh Tuhan untuk menurunkan derajat kita.
Sebagai ilustrasi, jika ada pemain bola sehebat apapun, kalau dibanding penonton dan komentator, terkesan lebih hebat penonton/komentator.
Sehingga kita dibuat terheran-heran, kalau ada orang membuat penjelasan salah, kemuadian orang lain marah, dia membuat penjelasan untuk lebih salah lagi.
Semua itu disebabkan dia tidak melihat kesalahannya, sementara kita melihatnya. Mengapa ini terjadi?, karena banyak orang berfokus pada yang dianggapnya benar. Tidak melihat bahwa kebenaran seseorang itu hanya kalau bisa diterima orang banyak.
Itu sebabnya bergaulah, karena semua kualitas diuji dengan pergaulan. Pergaulan itu tidak menganggap diri lebih tinggi dari orang lain.
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

