Carilah uang dan kekayaan sebanyak mungkin seolah-olah engkau akan hidup selamanya…
Peribahasa seperti ini sudah sering kita dengar dan kemudian menjadikan kita semangat dalam mencari nafkah dan mengumpulkan berbagai materil untuk menunjang hidup layak yang selama ini jadi gambaran di masyarakat umum kita..
Tapi hidup ini seolah adalah pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya dan seolah-olah melelahkan…
Beginilah ungkapan yang juga sering terdengar dari orang-orang yang berjuang dengan cara terbaik dalam meniti karir…
Tapi Mario berkata lain, mengutip kalimat singkat dari Kahlil Gibran , Mario berkata, “pekerjaan adalah kasih sayang yang dibuat kelihatan. Kalau kita sayang istri kita akan bekerja keras untuk kehidupan terbaiknya. Kalau kita sayang anak kita akan bekerja keras demi persiapan masa depannya. Kalau kita menyayangi diri sendiri kita akan bekerja keras menjadikannya tampil sehat, ceria, damai, cerdas, if you love your self…”
Nah, orang-orang yang mencintai pekerjaannya selalu kekuranngan waktu. Orang-orang yang tidak mempunyai kecintaan terhadap pekerjaan apapun waktunya panjang untuk tidak melakukan apa-apa..
Dan orang-orang yang hanya memikirkan dirinya gampang sedih, yang dilihatnya hanyalah proses mengasiani diri sendiri. Namun, orang-orang yang sibuk mengasihani orang lain sibuk membantunya keluar dari kesulitan, tidak sempat bersedih hati…
Lalu apakah yang kita kerjakan pada hari ini akan berdampak pada keberadaan dan nasib kita pada kehidupan kita kelak di akhirat. Lalu apakan kesuksesan yang kita peroleh saat ini akan berdampak baik pada kehidupan kita di akhirat kelak…??
Banyak orang yang menyempitkan pengertian sukses hanya berdasarkan besarnya kekayaan yang di peroleh. Padahal pengertian sukses sesungguhnya adalah bagaimana kita kita menjadi orang baik dan berguna bagi banyak orang. Sukses itu adalah menjadi orang baik. Maka tidak ada orang yang sukses di dunia tidak sukses diAkhirat….
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

